Ads

PERTUMBUHAN PENDUDUK


Jumlah penduduk senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Terdapat beragam faktor yang menyebabkan perubahan jumlah penduduk. Misalnya, peperangan, wabah penyakit atau epidemi, kelaparan, dan bencana alam. Di lain pihak, kestabilan negara, peningkatan gizi, dan kesehatan dapat mengakibatkan jumlah penduduk cenderung naik. Fenomena bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk  dari waktu ke waktu dalam suatu wilayah tertentu dinamakan dinamika penduduk. Sehingga pertumbuhan penduduk dapat diartikan suatu keadaan jumlah penduduk yang dipengaruhi oleh berbagai variabel. Variabel yang sangat berpengaruh terhadap angka pertumbuhan ini adalah kelahiran, kematian, dan migrasi.
Pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.     Pertumbuhan Penduduk Alami (Natural Increase)
Pertumbuhan penduduk alami merupakan kenaikan atau  penurunan jumlah penduduk yang diakibatkan oleh selisih  jumlah kelahiran dan kematian.
Untuk menghitung kenaikan atau penurunan jumlah penduduk akibat pertumbuhan penduduk alami digunakan rumus sebagai berikut:
Adapun persentase pertumbuhan penduduk alami dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:
Pt      = jumlah penduduk tahun akhir perhitungan
Po     = jumlah penduduk tahun awal perhitungan
L       = jumlah kelahiran
M      = jumlah kematian
%      = persentase pertumbuhan penduduk alami

2.     Pertumbuhan Penduduk Migrasi Atau Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk totalmerupakan kenaikan atau penurunan jumlah penduduk yang diakibatkan oleh selisih jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi (imigrasi dan emigrasi).Untuk menghitung kenaikan atau penurunan jumlah penduduk akibat pertumbuhan penduduk total digunakan rumus sebagai berikut:


Adapun persentase pertumbuhan penduduk total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:


Keterangan:
I        = jumlah imigrasi (penduduk yang masuk ke suatu wilayah)
E       = jumlah emigrasi (penduduk yang keluar atau meninggalkan suatu     wilayah)

Ada 3 klasifikasi pertumbuhan penduduk, yaitu sebagai berikut:
1)      Pertumbuhan penduduk termasuk cepat, bila pertumbuhan 2% lebih dari jumlah penduduk tiap tahun.
2)      Pertumbuhan penduduk sedang, bila pertumbuhan itu antara 1% - 2%.
3)     
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2000-2010

Pertumbuhan penduduk termasuk lambat, bila pertumbuhan <1%.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
A.    Kelahiran (Fertilitas/Natalitas)
Fertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan riilseorang wanita untuk melahirkan, yang dicerminkan dalam jumlahbayi yang dilahirkan. Kelahiran menyebabkan bertambahnya jumlahpenduduk.Ada beberapa faktor yang mendukung kelahiran (pronatalitas) dan yang menghambat (antinatalitas).
·         Faktor-faktor Pronatalitas
Faktor-faktor pronatalitas antara lain sebagai berikut:
a)       Kawin dalam usia muda atau di bawah umur, artinya kalau seorang wanita sudah kawin dalam usia muda, kesempatan reproduksi (melahirkan) lebih lama. Jadi, kesempatan mempunyai anak lebih banyak.
b)      Rendahnya tingkat kesehatan. Banyaknya bayi yang meninggal menyebabkan orang tua ada kecenderungan mempunyai banyak anak. Jadi, bila ada yang meninggal masih ada cadangannya.
c)       Suatu anggapan: ”banyak anak banyak rezeki”. Ini sebenarnya suatu mitos, yakni anggapan yang keliru.
d)      Jaminan untuk hari tua ada yang merawat.
e)       Masa-masa damai.
·         Faktor-faktor Antinatalitas
Faktor-faktor antinatalitas antara lain sebagai berikut.
a)       Adanya ketentuan batas umur menikah. Di Indonesia, untuk wanita ditetapkan minimal umur 16 tahun, sedangkan untuk laki-laki batas minimal 19 tahun.
b)      Adanya program pemerintah yang membatasi kelahiran. Di Indonesia, dengan program KB yang mulai dicanangkan padatahun 1970, dengan semboyan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS), 2 anak cukup.
c)       Adanya anggapan sebagian orang tua ‘orang tua modern’ bahwa anak mau tidak mau menjadi beban orang tua, lebih-lebih banyak anak.
d)      Adanya pembatasan tunjangan anak, terutama bagi pegawai negeri.
e)       Masa-masa perang.


1)      Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR)
Angka kelahiran kasar merupakan penentuan tingkat kelahiranbayi tanpa membeda-bedakan golongan dan umur dalam satutahun dari setiap 1.000 orang penduduk suatu wilayah. Angkakelahiran seperti ini dapat dihitung menggunakan rumus berikut:


Keterangan:
CBR     = angka kelahiran kasar
B          = jumlah bayi yang lahir hidup
P           = jumlah penduduk
k           = konstanta, nilainya 1.000

2)      Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate= GFR)
Angka kelahiran umum, yaitu angka yang menunjukkan jumlah komposisi bayi lahir hidup dari setiap seribu penduduk wanita usiareproduksi dalam periode tahun tertentu. Adapun yang dimaksud dengan usia reproduksi adalah usia di mana wanita sudah berpotensi untuk melahirkan, yaitu antara umur 15–49 tahun. Untuk menghitung  angka kelahiran kasar digunakan rumus sebagai berikut:


Keterangan
GFR            =  angka kelahiran umum
B                 =  jumlah bayi yang lahir hidup
Pf (15-49)=  jumlah penduduk wanita usia reproduksi
k                 =  konstanta, nilainya 1.000





3)      Angka Kelahiran Menurut Kelompok Usia
(Age Specific Fertility Rate=ASFR)
Perhitungan angka kelahiran yang mempertimbangkan umur dan jenis kelamin disebut angka kelahiran menurut kelompok umur atau Age Specific Fertility Rate(ASFR). ASFR menunjukkan jumlah kelahiran dari setiap seribu wanita pada kelompok umur tertentu selama setahun. Dalam demografi, interval usia yang biasa digunakan adalah lima tahun. Kelompok-kelompok umur dalam usia reproduksi adalah 15–19, 20–24, 25–29, 30–34, 35–39, 40–44, dan 45–49 tahun.
Untuk menghitung angka kelahiran menurut kelompok usia digunakan rumus sebagai berikut:

atau

Keterangan:
ASFRx        =  angka kelahiran menurut kelompok usia
Bx               = jumlah bayi yang lahir hidup dari penduduk wanita                                                 kelompok usiatertentu
Px               = Jumlah penduduk wanita kelompok umur x tahun
Pf                =  jumlah penduduk wanita usia subur pada kelompok umur                  tertentu
k                 =  konstanta, nilainya 1.000

Dari ketiga angka kelahiran di atas, tingkat akurasi paling tinggi adalah angka kelahiran menurut kelompokusia. Hal ini dikarenakan dalam perhitungannya mempertimbangkan faktor jenis kelamin, usia reproduksi perkelompok umur, dan banyaknya bayi yang lahir dari tiap penduduk wanita tiap kelompok umur dalam usia reproduksi.



B.    Kematian (Mortalitas)
Kematian atau mortalitas adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Secara demografis mortalitas adalah angka yang memberikan gambaran mengenai jumlah penduduk yang meninggal dunia dalam waktu tertentu dalam tiap seribu penduduk.Secara otomatis, kematian akan menyebabkan jumlah penduduk berkurang. Seseorang tidak akan mengetahui kapan ia mati. Kadang kematian terjadi saat manusia masih bayi, ketika umur dewasa, atau sudah tua. Tinggi rendahnya tingkat kematian ditunjukkan oleh jumlah kematian penduduk dalam setahun.
Tingkat kematian dalam setiap wilayah berbeda-beda, sesuai dengan karakter wilayah masing-masing. Ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat kematian, yaitu:
·         Faktor yang mendukung kematian (promortalitas)
a)       Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.
b)      Fasilitas kesehatan masih kurang memadai.
c)       Faktor kecelakaaan. Faktor ini insidental, tapi sering terjadi, sepertikecelakaan lalu lintas darat, laut, atau udara.
d)      Bencana alam. Bencana alam memberikan pengaruh yang besar dalammenambah angka kematian.
e)       Peperangan. Terjadinya peperangan dapat juga meningkatkan angka kematiandi suatu wilayah.

·         Faktor yang menghambat kematian (antimortalitas)
Ada beberapa hal yang dapat menghambat lajunya angka kematian, di antaranyasebagai berikut.
a)       Fasilitas kesehatan lengkap.
b)      Lingkungan yang bersih dan teratur serta sanitasi yang baik.
c)       Adanya larangan agama. Setiap agama melarang umatnya saling membunuhdan saling berperang, kecuali hanya untuk mempertahankan diri.







1)      Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate = CDR)
Angka kematian kasar menunjukkan banyaknya jumlah penduduk yang meninggal dunia dari tiap-tiap seribu penduduk dalam satu tahun. Untuk menghitung angka kematian kasar pada suatu wilayah digunakan rumus sebagai berikut:


Keterangan
CDR           =  angka kematian kasar
D                =  jumlah penduduk yang meninggal dunia
P                 = jumlah penduduk
k                 =  konstanta, nilainya 1.000

2)      Angka Kematian Menurut Usia (Age Spesific Death Rate = ASDR)
Angka kematian khusus menurut umur adalah banyaknya angka kematian padakelompok umur tertentu setiap 1.000 penduduk dalam setahun. Dalammenentukan kelompok umur disesuaikan dengan tujuan, bisa perlima tahun, persepuluh tahun, dan seterusnya. Rumusnya sebagai berikut:


Keterangan:
ASDR         =  angka kematian menurut kelompok usia
Dx              =  jumlah penduduk yang meninggal pada kelompok
                   usia tertentu
Px               = jumlah penduduk pada kelompok usia tertentu
k                 = konstanta, nilainya 1.000






3)      Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Angka kematian bayi menunjukkan jumlah bayi meninggal dunia dari seribu bayi yang lahir hidup pada periode tahun tertentu. Infant mortalitymerupakan salah satu indikasi kualitas penduduk, yaitu berhubungan dengan tingkat kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi keluarga, dan kesiapan fisik saat proses persalinan. Perhitungan angka kematian bayi ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:



Keterangan:
IMR            =  angka kematian bayi
Do              =  jumlah kematian bayi
B                 =  jumlah kelahiran hidup
Grafik tren pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 1930 - 2010



C.     Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Migran menurut dimensi waktu adalah orang yang berpindah ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap dalam waktu enam bulan atau lebih. Migran sirkuler (migrasi musiman) adalah orang yang berpindah tempat tetapi tidak bermaksud menetap di tempat tujuan.
Migran sirkuler biasanya adalah orang yang masih mempunyai keluarga atau ikatan dengan tempat asalnya seperti kuli bangunan, dan pengusaha warung tegal, yang sehari-harinya mencari nafkah di kota dan pulang ke kampungnya setiap bulan atau beberapa bulan sekali. Migran ulang-alik (commuter) adalah orang yang pergi meninggalkan tempat tinggalnya secara teratur, (misal setiap hari atau setiap minggu), pergi ke tempat lain untuk bekerja, berdagang, sekolah, atau untuk kegiatan-kegiatan lainnya, dan pulang ke tempat asalnya secara teratur pula (misal pada sore atau malam hari atau pada akhir minggu). Migran ulang-alik biasanya menyebabkan jumlah penduduk di tempat tujuan lebih banyak pada waktu tertentu, misalnya pada siang hari.

1.    Jenis-jenis Migrasi
Ada beberapa jenis migrasi yang kiranya perlu diketahui, diantaranya yaitu:
a)    Migrasi masuk  (In Migration)
Adalah masuknya penduduk ke suatu daerah tempat tujuan (area of destination)
b)    Migrasi keluar (Out Migration)
Adalah perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal (area of origin)
c)    Migrasi neto ( Net Migration )
Adalah  selisih  antara  jumlah  migrasi yang  keluar  dengan  masuk.  Jika migrasiyang masuk lebih besar daripada migrasi yang keluar maka disebut migrasi neto positif sedangkan jika migrasi keluar lebih besar dari pada migrasi masuk disebut migrasi neto negatif.
d)    Migrasi Bruto
Adalah umlah migrasi masuk dan keluar
e)    Migrasi total (Total Migration)
Adalah  seluruh  kejadian migrasi,mencakup  migrasi  semasa  hidup (Life  time Migration) dan migrasi pulang (return migration)
f)     Migrasi Internasional (International migration)
Adalah perpindahan penduduk dari suatu negara kenegara lain
g)    Migrasi semasa hidup (Life Time Migration)
Adalah migrasi berdasarkan tempat kelahiran
h)    Migrasi parsial (Partial migration)
Adalah  jumlah  migran  ke suatu  daerah tujuan  dari  suatu  daerah  asal  atau  dari daerah asal ke daerah tujuan.
i)     Arus migrasi (migration stream)
Adalah jumlah atau banyaknya perpindahan yang terjadi dari daerah asal ke daerah tujuan dalam jangka waktu tertentu.
j)      Urbanisasi (urbanization)
Adalah bertambahnya proposisi penduduk yang berdiam di daerah kota yang disebabkan oleh proses perpindahan penduduk ke kota dan atau akibat dari perluasan kota.
k)    Transmigrasi (Transmigration)
Adalah pemindahan dan/kepindahan penduduk  dari  suatu  tempat  untuk menetap  di  tempat  lain  yang tetapkan oleh pemerintah Republik  Indonesia  guna kepentingan pembangunan negara atau karena alasan alasan yang di pandang berdasarkan ketentuan  yang diatur dalam undang Undang No. 3 Tahun 1972.
2.    Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi
Ada2 pengelompokan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan migrasi, yaitu faktor pendorong (push factors) dan faktor penarik (pull factors).
·       Faktor pendorong (di tempat asal):
a)       Sumber daya alam yg semakin berkurang,
b)      Menyempitnya lapangan pekerjaan karena masuknya teknologi,
c)       Adanya takanan-tekanan atau diskriminasi politik, agama, suku dan lain-lain,
d)      tidak cocok lagi dengan budaya/kepercayaan di tempat asal,
e)       Alasan pekerjaan atau perkawinan yg menyebabkan tidak bisa mengembangkan karir pribadi,
f)        Bencana alam atau adanya wabah penyakit.
·       Faktor-faktor penarik (dari tempat tujuan)
a)       Adanya rasa superior di tempat yg baruatau kesempatan memasuki lapangan pekerjaan,
b)      Kesempatan mendapatkan pendapatan lebih baik (alasan ekonomi),
c)       Kesempatan mendapatkan pendidikan,
d)      Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yg menyenangkan (iklim, perumahan, sekolah dan fasilitas lainnya),
e)       Tarikan dari orang yg diharapkan sebagai tempat berlindung,
f)        Adanya aktifitas di kota besar sebagai daya tarik bagi orang-orang dari desa atau kota kecil.

3.    Perhitungan angka migrasi
1)    Angka mobilitas :
Adalah rasio dari banyaknya penduduk yang pindah secara local (mover) dalam suatu jangka waktu tertentu dengan banyaknya penduduk :



Keterangan:
m         = angka mobilitas
M         = jumlah mover
P           = Penduduk
k           = 1000

Dalam  kenyataan  sulit  untuk mengetahui  jumlah  penduduk  yang pindah  secara lokal ini.

2)    Angka Migrasi Masuk
Adalah angka yang menunjukkan banyaknya migrant yang masuk per 1000 orang penduduk daerah tujuan dalam waktu satu tahun.

Keterangan:
Mi         = angka migrasi masuk
I            = jumlah migrasi masuk(inmigration)
P           = penduduk pertengahan tahun

3)    Angka Migrasi Keluar
Adalah angka yang menunjukkan banyaknya migrant yang keluar per 1000 orang penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun.
Keterangan:
MO            = angka migrasi keluar
O          = jumlah migrasi keluar (out migration)
P           = penduduk pertengahan tahun




4)    Angka Migrasi Netto
Adalah  selisih  migran  masuk  dan keluar  ke dan  dari  suatu  daerah  per  1000 penduduk dalam satu tahun.
Keterangan:
Mn            = angka migrasi neto
O          = jumlah migrasi keluar (out migration)
I            = jumlah migrasi masuk(inmigration)
P            = penduduk pertengahan tahun

5)    Angka Migrasi Bruto
Adalah angka yang menunjukkan banyaknya kejadian perpindahan yaitu jumlah  migrasi  masuk  dan  migrasi keluar  dibagi  jumlah  penduduk  tempat asal  dan jumlah penduduk tempat tujuan.
Keterangan:
Mg = angka migrasi bruto
P1= penduduk di tempat tujuan
P2= penduduk di tempat asal

No comments